Logo Kabupaten Sumbawa

SEKRETARIAT DAERAH

Kabupaten Sumbawa

Tutup Festival Budaya Paroso, Bupati H. Jarot Dorong Generasi Muda Bawa Budaya Samawa ke Ruang Digital

Tutup Festival Budaya Paroso, Bupati H. Jarot Dorong Generasi Muda Bawa Budaya Samawa ke Ruang Digital

Rangkaian Festival Budaya Paroso Kecamatan Moyo Hilir resmi ditutup Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., pada Minggu malam, 9 Agustus 2026. Kegiatan yang telah berlangsung selama sepekan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan, melestarikan, sekaligus mengembangkan berbagai seni dan budaya Samawa. 

Camat Moyo Hilir, Widodo, S.ST., M.Si., dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan Festival Budaya Paroso.

Dijelaskan, Festival Budaya Paroso tahun ini mengusung tema “Merawat Warisan, Menggerakkan Peradaban.” Sejumlah kegiatan budaya digelar dengan melibatkan ribuan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari permainan tradisional Kolo dan Rabanga, pawai budaya, Sakeco, Ngumang, Bakelung, dan Rabalas Lawas hingga Ratib Rabana Ode.

Adapun juara I masing-masing lomba, Pawai Budaya Kategori A diraih SDN Poto/Dadara Nesek, Kategori B SMPN 3 Moyo Hilir/Marawu, dan Kategori C Desa Poto/Pasaji Ponan. Permainan Tradisional Main Kolo dimenangkan SDN Ai Puntuk dan Main Rebanga BPD Desa Batu Bangka. Sementara Sakeco A diraih MIN 1 Sumbawa (S.07a), Ngumang A SDN 2 Moyo, Bakelung A SDN Poto, Rabalas Lawas A SMP 3 Moyo Hilir, Ratib Rabana Ode B SMK Islam GG, serta Sakeco B dan Rabalas Lawas B masing-masing MAN 2 Sumbawa.

Dalam sambutannya, Bupati H. Jarot menyampaikan berakhirnya festival bukan berarti berakhir pula semangat untuk menjaga dan mengembangkan budaya Samawa. “Yang kita tutup malam ini hanyalah rangkaian acaranya, bukan semangat budayanya,” ujarnya.

Ia menyebut, tingginya partisipasi masyarakat selama festival menjadi bukti bahwa budaya Samawa masih hidup, dicintai dan mendapat tempat di hati masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia pun mengajak generasi muda Moyo Hilir untuk tidak malu menjadi Tau Samawa dan mampu menjadikan teknologi sebagai sarana untuk memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas.

“Kita boleh menguasai teknologi, mengikuti perkembangan zaman dan menjadi generasi modern. Tetapi jangan sampai kita menjadi generasi yang maju teknologinya, tetapi lupa budayanya,” tegasnya.

H. Jarot bahkan mendorong agar seni tradisional seperti Lawas, Sakeco dan Ngumang dapat dikembangkan melalui platform digital seperti TikTok, YouTube dan Instagram, sehingga budaya Samawa dapat dikenal lebih luas hingga ke tingkat nasional.

“Bawa budaya kita ke ruang digital, bukan untuk mengubah jati diri kita, tetapi untuk menunjukkan kepada dunia: inilah Tau Samawa, inilah budaya kami,” ujarnya.

Bupati H. Jarot berharap, Festival Budaya Paroso tidak berhenti sebagai kegiatan pelestarian budaya semata, tetapi dapat berkembang menjadi ruang untuk menggerakkan kreativitas masyarakat, mendukung sektor pariwisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Mari kita jadikan festival ini bukan hanya sebagai ruang untuk melestarikan budaya, tetapi juga sebagai ruang untuk menggerakkan kreativitas, pariwisata dan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

(GN/ADR - Prokopim)

#SumbawaUnggulMajuSejahtera

#PemkabSumbawa

#ProkopimSumbawa