BERITA

BERSAMA MASYARAKAT, WABUP SUMBAWA SHALAT IDUL ADHA DI MESJID AGUNG

Jumat, 31 Juli 2020   put   119  

Hari ini, Jum’at (31/7) Shalat Idul Adha 1441/2020 M kembali dilaksanakan di sebagian besar Mesjid yang ada di Indonesia, tak terkecuali Mesjid Agung Nurul Huda, Sumbawa Besar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, tidak berjabat tangan, dan menjaga jarak fisik. Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Mesjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar turut dihadiri Wakil Bupati Sumbawa beserta Istri, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kab. Sumbawa, sejumlah Kepala OPD, dan segenap masyarakat Sumbawa.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah menyampaikan tema Idul Adha tahun ini yaitu : “Momentum Idul Adha 1441 Hijriyah sebagai sarana peningkatan kepedulian sosial dan ketaqwaan menuju Sumbawa hebat bermartabat”, sehingga hari ini merupakan momentum yang tepat untuk mengasah keikhlasan dan kepedulian sosial terhadap sesama serta membangun kualitas sebagai pribadi yang sabar, tahan uji dan tegar menghadapi cobaan kehidupan. Terlebih pada situasi saat ini, Ibadah Haji dan Ibadah Qurban harus dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19 yang belum mereda. Menurut Wabup, akibat pandemi Covid-19 yang mewabah di berbagai penjuru dunia, tahun ini Pemerintah Arab Saudi hanya mengizinkan sejumlah kecil penduduk setempat untuk melakukan Ibadah Haji dan tidak menerima kedatangan jama’ah haji dari berbagai negara. Dengan demikian, jama’ah calon haji Indonesia tahun 2020 ini tidak diberangkatkan ke tanah suci, termasuk 390 jama’ah calon haji dari Kabupaten Sumbawa. Pelaksanaan ibadah Haji ditunda sampai dengan waktu yang memungkinkan demi menjaga keselamatan jama’ah dari tertular Virus Covid-19.

Sementara itu, dalam Khutbah yang disampaikan Ust. Slamet Riyadi, S.Pd.I selaku Pengasuh Pondok Pesantren De Niyaat Sumbawa Besar, disebutkan bahwa ada dua peristiwa penting yang tidak bisa lepas dari Hari Raya Idul Adha yaitu Ibadah Haji dan Qurban. Namun, tahun ini kedua ibadah tersebut harus dilaksanakan di tengah Pandemi Covid-19  yang sampai saat ini belum mereda. Jama’ah Haji Indonesia tahun 2020 tidak diberangkatkan ke Tanah Suci. Hal ini dilakukan pemerintah untuk menjaga keselamatan jiwa jama’ah dari tertular virus Corona. Pemerintah Arab Saudi pun tidak mengizinkan jama’ah dari luar negeri untuk berhaji. Hanya warga  Arab Saudi dan warga Asing yang berada di Arab Saudi saja yang diperkenankan melaksanakan Ibadah Haji. Itu pun dengan pembatasan jumlah dan peraturan yang sangat ketat.

Disampaikan Ust. Slamet, Ibadah kedua di hari raya Idul Adha ini adalah Ibadah Kurban. Di tengah wabah corona ini, Ibadah Kurban akan lebih bermakna dan terasa bagi masyarakat ekonomi lemah. Selama pandemi, berbagai sektor tak terkecuali sektor ekonomi ikut terkena imbas. Banyak masyarakat yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya karena harus kehilangan mata pencariannya. Karenanya, kurban bisa menjadi bukti kepekaan sosial masyarakat yang mampu terhadap masyarakat yang lemah.

Menutup khutbahnya, Ust. Slamet menyebutkan ada dua hikmah dari Ibadah Kurban di masa pandemi. Yang pertama hikmah vertikal, yakni semakin dekatnya kita kepada Allah SWT, dan hikmah horizontal yakni kedekatan dengan sesama manusia dengan saling berbagi rejeki di tengah situasi sulit akibat pandemi.

Pelaksanaan Idul Adha 1441 H di Kabupaten Sumbawa ditandai dengan penyembelihan hewan kurban di beberapa lokasi di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa. Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 913 hewan kurban yang akan disembelih di Kabupaten Sumbawa, dengan rincian 3 ekor domba, 188 ekor kambing, 683 ekor sapi dan 39 ekor kerbau. (put)  

  • Share on :